Bertemu dengan orang yang ceria adala hal yang
menyenangkan. Dia selalu membawa warna-warna cerah untuk lingkungan sekitarnya.
Seolah hidupnya tak pernah ada kesedihan dan selalu merasa bahagia.
Padahal, tak semua orang ceria yang kamu temui itu
memang punya watak asli ceria -- justru beberapa dari mereka adalah orang-orang
yang pernah mengalami sakitnya terjatuh dan menderita. Mereka bersikap ceria
karena mereka tak ingin orang lain merasakan apa yang mereka rasakan.
1. Orang yang ceria membawa warna baru ke dunia karena mereka datang dari masa lalu yang kelam
Orang ceria biasanya menggunakan masa lalunya yang
terkadang tak menyenangkan sebagai cahaya penuntun untuk menciptakan lebih
banyak lagi keceriaan. Tak jarang ada beberapa dari mereka yang diberi label
pembawa sial karena selalu membuat orang lain tak nyaman. Karena hal inilah,
mereka mencoba menciptakan hidup baru dengan menjadi orang yang lebih
menyenangkan.
2. Orang yang ceria selalu tulus dalam mencintai karena mereka pernah tahu rasanya dikhianati
Orang akan memperlakukanmu lebih baik jika mereka
pernah terluka oleh mantan kekasih. Mengapa demikian? Mereka tahu bagaimana
rasanya sakit hati dan ditinggalkan kekasih. Jadi mereka yang terluka
sedemikian dalam tak akan pernah mau melihat orang lain merasakan hal yang
sama.
3. Orang yang ceria belajar bahwa kesulitan adalah sebuah kesempatan untuk berkembang.
Mungkin mereka sadar bahwa setiap hal kecil yang mampu membuat mereka merasa rendah diri sebenarnya adalah batu loncatan untuk sebuah kesuksesan. Setiap tantangan dan hal-hal mengganjal justru membuatnya terpacu untuk memperbaikinya.
4. Orang yang ceria tak mau orang lain terluka sama seperti mereka.
Karena mereka tahu bagaimana rasanya terluka dan
tercabik hatinya, jadi mereka tak akan pernah mau menjadi penyebab orang lain
terluka. Sebisa mungkin mereka tidak orang lain merasakan hal yang sama.
5. Orang yang ceria memilih untuk terus tetap ceria dan membantu semua orang yang senasib dengan mereka.
Mereka tahu bahwa mereka telah berhasil keluar dari
keputusasaan. Semua bekas luka mereka kini, hanyalah sebagai bukti bahwa setiap
orang mampu sembuh dari setiap luka. Dia membuktikannya dengan menjadi orang
yang lebih ceria dan membahagiakan orang lain dengan pembawaannya yang
menyenangkan.
Setiap orang memiliki masa lalu yang mungkin tak
ingin ada yang tahu, maka dari itu kita semua harus selalu berusaha untuk
menghargai setiap orang yang kita temui karena kita tak pernah tahu apa yang
pernah ia lalui.
